Kritik Terhadap Janji Kampanye Bupati Deli Serdang, 2.341 Guru Belum Mendapat Gaji

Dari sekian banyak janji yang diucapkan oleh para calon pemimpin daerah, janji kampanye Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, tentang program guru “senyum” tampaknya menjadi sorotan tajam. Meskipun janji tersebut menyiratkan peningkatan kesejahteraan bagi para pendidik, realitas yang terjadi justru sebaliknya. Saat ini, 2.341 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) di Deli Serdang tengah merasakan kesulitan karena mereka belum menerima gaji dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Janji Kampanye yang Tak Terwujud
Dr. Taufiq Hidayah Tanjung, seorang pengamat komunikasi politik di Sumatera Utara, mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakpuasan yang muncul dari janji kampanye Bupati Asri Ludin Tambunan. Menurutnya, visi dan misi yang disampaikan selama Pilkada, khususnya program guru “senyum”, tidak tercermin dalam tindakan nyata setelah Bupati menjabat. Sebaliknya, para guru kini berada dalam keadaan yang jauh dari harapan dan justru merasa “murung” karena tidak mendapatkan gaji yang seharusnya mereka terima.
“Janji kampanye tentang kesejahteraan guru seharusnya menjadi prioritas, namun kenyataannya sangat bertolak belakang. Hari ini, sebanyak 2.341 guru PPPK PW di Deli Serdang tidak menerima gaji dari APBD, yang menambah beban mereka,” ungkap Taufiq kepada wartawan.
Sistem Pembayaran yang Tidak Memadai
Guru-guru PPPK paruh waktu yang telah memenuhi syarat sertifikasi hanya mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara itu, mereka yang tidak memiliki sertifikasi hanya memperoleh gaji melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang juga bersumber dari APBN. Ini menunjukkan bahwa ada ketidakadilan dalam sistem pembayaran yang seharusnya mendukung para pendidik.
- 2.341 guru PPPK PW di Deli Serdang belum terima gaji.
- Hanya mendapatkan Tunjangan Profesi Guru dari APBN.
- Guru non-sertifikasi bergantung pada dana BOS.
- Ketidakadilan dalam sistem pembayaran pendidikan.
- Program guru “senyum” tidak memberikan dampak positif.
Program Guru Senyum: Harapan yang Hilang
Program guru “senyum” yang dicanangkan oleh Bupati Deli Serdang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik, terutama bagi guru mengaji dan sekolah minggu. Namun, harapan tersebut seakan sirna ketika ribuan guru ini menghadapi situasi sulit tanpa gaji yang seharusnya mereka terima. Dr. Taufiq menilai bahwa perhatian terhadap kesejahteraan guru seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahan.
Perbandingan dengan Pemimpin Lain
Dr. Taufiq menyarankan bahwa Bupati Asri Ludin seharusnya mencontoh kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, serta Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan guru. Menurutnya, Gubernur Sumut memberikan perhatian yang lebih baik dengan menggaji para guru PPPK PW melalui APBD, bahkan memberikan tunjangan hari raya (THR) untuk mendukung mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Bupati Deli Serdang seharusnya mengambil langkah yang sama seperti yang telah dilakukan oleh Pak Bobby dan Pak Rico. Mereka telah menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan guru dengan memberikan gaji dan tunjangan yang layak,” tegas Taufiq.
Tuntutan untuk DPRD Deli Serdang
Dengan situasi yang semakin tidak menguntungkan bagi para guru, Dr. Taufiq mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Deli Serdang untuk segera menindaklanjuti masalah ini. Dia menekankan pentingnya perhatian terhadap ribuan guru PPPK PW yang mengandalkan gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
- Perlu adanya evaluasi dari DPRD Deli Serdang.
- Mendorong Pemkab Deli Serdang untuk menambah anggaran gaji guru.
- Guru PPPK PW berhak menerima gaji yang sesuai dengan tanggung jawab mereka.
- Ribuan guru bergantung pada gaji untuk kebutuhan sehari-hari.
- Urgensi memasukkan anggaran dalam P-APBD mendatang.
“Dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) mendatang, jika Pemkab Deli Serdang tidak mencantumkan anggaran untuk gaji guru PPPK Paruh Waktu, DPRD Deli Serdang harus mengevaluasi dan memastikan bahwa anggaran tersebut dialokasikan,” lanjutnya.
Kondisi yang dihadapi oleh guru-guru di Deli Serdang ini merupakan masalah serius yang perlu segera ditangani. Para pendidik yang sudah berkomitmen untuk mendidik generasi penerus seharusnya mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak dari pemerintah daerah. Janji kampanye yang disampaikan harusnya tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi harus diimplementasikan dalam bentuk kebijakan yang nyata dan mendukung kesejahteraan para guru.
Dengan menempatkan kesejahteraan guru sebagai prioritas, diharapkan akan ada perubahan positif dalam sistem pendidikan di Deli Serdang. Upaya untuk memenuhi janji kampanye Bupati Asri Ludin Tambunan harus menjadi fokus bersama, sehingga harapan yang sempat ada untuk meningkatkan kesejahteraan para guru dapat terwujud.
