Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Sumut Menjadi Rp16.650, Kenaikan Rp4.050

Belum lama ini, Pertamina mengumumkan kenaikan harga Pertamax di wilayah Sumatera Utara. Harga Pertamax 92 kini ditetapkan menjadi Rp16.650 per liter, meningkat sebesar Rp4.050 dari sebelumnya yang hanya Rp12.600. Kenaikan ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, terutama bagi pengguna yang bergantung pada bahan bakar ini untuk kendaraan mereka.
Alasan Kenaikan Harga Pertamax
Kenaikan harga Pertamax ini tidak datang begitu saja. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai lembaga pengatur. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyesuaian harga BBM tidak hanya berdasarkan pertimbangan internal Pertamina, tetapi juga memperhatikan regulasi dan kebijakan pemerintah.
Roberth menambahkan, “Kenaikan ini dilakukan berdasarkan mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta kondisi pasar.” Dengan kata lain, harga Pertamax tidak terlepas dari fluktuasi harga minyak global yang dapat mempengaruhi biaya operasional dan distribusi BBM di dalam negeri.
Proses Evaluasi dan Regulasi
Pertamina senantiasa melakukan evaluasi terhadap harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green. Proses ini mengikuti formula harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan bertujuan untuk memastikan bahwa pasokan energi tetap terjaga. Roberth menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
- Penyesuaian harga dilakukan melalui evaluasi berkala.
- Kenaikan harga mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
- Regulasi pemerintah menjadi acuan dalam menetapkan harga.
- Tujuan utama adalah menjaga keberlanjutan penyediaan energi.
- Keberlangsungan distribusi BBM berkualitas menjadi prioritas.
Komitmen Pertamina dalam Menyediakan BBM
Dalam upayanya untuk menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memastikan bahwa pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman dan dapat diakses di seluruh jaringan SPBU Pertamina. Roberth menyatakan, “Kami berupaya agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, meskipun ada perubahan harga.” Ini menunjukkan dedikasi Pertamina untuk tetap memberikan yang terbaik bagi konsumennya.
Untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi terkini mengenai harga BBM, Pertamina menyediakan berbagai kanal resmi. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui situs web, media sosial, dan aplikasi MyPertamina yang dirancang untuk memberikan informasi akurat dan cepat.
Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil
Sementara itu, bagi pengguna BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan BioSolar, harga tetap tidak berubah. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, dan Biosolar tetap di harga Rp6.800 per liter. Ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang tergantung pada bahan bakar bersubsidi di tengah kenaikan harga Pertamax.
Daftar Harga BBM Retail Non Subsidi
Berikut adalah daftar harga BBM retail non-subsidi yang berlaku di SPBU per 10 Juni 2026:
- Pertamax Series:
- Pertamax (RON 92): dari Rp12.300 menjadi Rp16.650/liter.
- Pertamax Green 95 (RON 95): dari Rp12.900 menjadi Rp17.000/liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): tetap di Rp20.750/liter.
- Dex Series:
- Dexlite (CN 51): tetap di Rp23.000/liter.
- Pertamina Dex (CN 53): tetap di Rp24.800/liter.
- Wilayah Sumatera Utara:
- Pertamax (RON 92): dari Rp12.600 menjadi Rp16.650/liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): tetap di Rp21.200/liter.
- Dexlite (CN 51): tetap di Rp23.500/liter.
- Pertamina Dex (CN 53): tetap di Rp25.350/liter.
- Pertalite (RON 90): tetap di Rp10.000/liter.
- Biosolar (CN 48): tetap di Rp6.800/liter.
Kenaikan harga Pertamax ini tentunya menjadi perhatian banyak pihak, terutama pengguna setia bahan bakar ini. Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa perubahan harga ini merupakan hasil dari evaluasi yang mendalam dan tidak terlepas dari dinamika pasar global. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kualitas layanan.